di buka yahh, dibaca-baca juga yahh..
bentar lagi blog itu bakal mau aktif dengan artikel-artikel yang dibuat sama anggota KESPPI..
Meskipun sangat telat dan kadaluarsa tapi aku ingin membaginya disini. *giliran kadaluarsa aja dibagi-bagi
Aku baru merasakan sibuknya orang-orang sibuk selama masa-masa kuliah tuh hari rabu kemarin. It's a full day!!
06.30 berangkat dari rumah ke kampus *gasik bener yah. gatau kenapa aku dipilih jadi panitia inti dari pelantikan KESPPI 2012. Acara rencananya dimulai jam 07.30. aku berangkat awal untuk menyiapkan segala sesuatunya. dan jujur, aku juga bingung tentang segala sesuatu itu. sampai di kampus aku adalah pengunjung pertama, tentu saja selain yang bersih-bersih kampus. Lamaaaa banget nunggu, akhirnya Rully dan Mita dateng. Panitia inti pelantikannya tuh Cuma 4 orang, aku, Rully, Mita ma Zilla. Dan inti dari acara ini adalah aku baru merasakan waktu termolor yang sangaaaat lamaaa. Sebenernya acara dimulai jam setengah 8, dan nyatanya dimulai sekitar setengah 9.
Sekitar jam 11an acara selesai. Dan aku berniat ke kosnya Okky buat ngelanjutin ngerjain tugas PIO plus sekalian ngirim power point ke mbak Ledita. Sebenernya aku melakukan sesuatu di kos nya Okky, tapi aku tobat dan gamau mengatakan hal vulgar itu di kalangan umum *hahaha. Tapi itu adalah hal sangat wajar dilakukan oleh semua umat manusia.
Entah jam setengah 1 ato jam 1 mulai kuliahnya, yang jelas sekitar jam 12 seperempat aku Okky ma Dika berangkat ke kampus, tapi ngeprint ppt dulu. Nyampe kampus sekitar jam 1, dan ternyata oh ternyata udah telat. Untung dosennya pas lagi keluar, dan kita bertiga pun nyelonong aja. *maapkan saya, saya khilaf bu dosen.
Kuliah pun selesai dan berlanjut ke kuliah berikutnya hingga jam 6 sore. Dan jam 6 sore mau ada raker jurnalistik di salah satu rumah makan di Tembalang. Perut udah ngerengek-ngerengek minta makan dari tadi. Tapi belum ada tawaran buat mesen makanan. Sabar lah yaaahhh...
Dan finally makanan tersaji sekitar jam 9 malem. Nafsu makan udah pudar perlahan. Karena telanjur mesen, ya udah, makan aja...
Pulang nyampe rumah sekitar jam 10an malem. Dan ini merupakan hari terpanjang aku keluyuran *bukan nginep2. Setengah hari lebih berada di luar rumah. Berarti sekitar 15 jam-an. IH WOW!! DAEBAK banget yah. Berasa udah sibuk gituuu.


1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.
3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.
4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.
6. Tipe Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.
7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.
8. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.
cr : belajarpsikologi.com

